Archive

Posts Tagged ‘gadai emas’

Gadai Emas di Bank BNI Syariah

April 8th, 2010 admin 1 comment

Penyedia jasa gadai emas sekarang tidak lagi dominasi oleh pegadaian saja. Beberapa bank juga sudah melihat bahwa prospek jasa gadai emas ini cukup menguntungkan. Buktinya beberapa bank khususnya yang berbasis syariah sekarang sudah membuka layanan untuk jasa gadai emas ini.

Untuk menggadaikan emas di BNI Syariah syaratnya ada 4 :

1. KTP
2. Membuka Rekening (ada yang tanpa biaya bulanan)
3. Emas yang akan digadai (yang ini nggak boleh lupa)
4. Nilai emas minimal Rp 1 jt

Adapun biayanya sbb :

1. Administrasi : Rp 10.000
2. Beli Materai : Rp 7.000
3. Biaya penitipan : 1,6 % dari nilai taksiran perbulan (dihitung perhari)
4. Biaya penutupan : Rp 15.000 (dibayar sewaktu mengambil emas)

Nilai taksiran

Untuk nilai taksiran harga terjadi perbedaan antara nilai emas batangan (lantakan) dengan emas perhiasan. Untuk emas batangan BNI memberikan nilai 90 % dan emas perhiasan hanya 80 %.

Contoh : kita akan menggadai emas batangan 10 gr. nilai taksiran emas per gram Rp 300 rb maka nilai taksiran harga emas = 10 x Rp 300.000 = Rp 3 jt.

Maksimal pinjaman = 90% x Rp 3 jt =  Rp 2,7 jt (jika emas perhiasan hanya 80 %)

Biaya penitipan = 1,6 % /bulan dari taksiran. Jadi jika kita menggadai selama 1 bulan biaya penitipan = 1,6 % x Rp 3 jt = Rp 48.000. Jika dihitung perharinya = Rp 48.000/30 = Rp 1.600.

Jadi jika kita hanya menggadai emas taksiran 3 juta selama 10 hari saja maka berarti nilai pengembalian adalah

= (10 x Rp 1.600) + Rp 2,7 jt = Rp 2.716.000

Masa perjanjian

Untuk masa perjanjian di BNI Syariah adalah 2 bulan, dalam 2 bulan tersebut kita harus menebus emas yang sudah kita gadaikan, tapi gimana ya jika kita belum punya uang ? Caranya gampang, jika kita belum punya uang untuk menebusnya maka kita dapat memperpanjang kembali dalam masa 2 bulan kedepan dengan membayar biaya adm dan biaya penitipan

Incoming search terms for the article:

Rully Kustandar: Profil Diri

March 13th, 2010 admin No comments

Rully Kustandar menemukan metode berkebun emas ini secara tak sengaja. Penemuan itu berawal ketika pria kelahiran Bandung 5 Mei 1968 silam ini membaca soal regulasi yang membolehkan bank syariah melayani gadai emas.

Sebagai kelinci percobaan, Rully Kustandar menggadai 25 gram emas miliknya ke Bank Jabar Banten Syariah pada 2007 lalu. Dana dari hasil menggadai emas ini kemudian dia pakai kembali untuk membeli emas hingga berulang kali. Pria yang pernah menjabat sebagai Manager Teknologi Informasi (IT) ini juga menyisihkan sekitar 40% dari pendapatan. Tujuannya untuk membeli 100 gram emas.

Rully Kustandar mengklaim, kebun emasnya kini sudah berbuah lebat. Sayang, dia enggan mengungkapkan jumlahnya. Yang jelas, pada November 2008 dan Maret 2009 lalu, dia telah memanen sebanyak 2 kilogram emas. Hasil panen ini ia pergunakan untuk membeli saham ADRO, ANTM dan BUMI serta tanah seluas 2000 m2.

Setelah sukses, Rully lantas membukukan metode ini melalui buku elektronik (ebook). “Saya ingin masyarakat mengetahui lebih luas soal kebun emas” kata pengusaha ini.

Sayang, ebook bikinan Rully tidak gratis. Orang-orang yang tertarik membacanya harus membeli Rp. 250.000 di situs www.kebunemas.com. Sudah ada 5600 orang mengakses buku elektronik sejak muncul Juli 2009 lalu. Tak ayal, kocek pengusaha ini semakin tebal.

Selain menjadi petani emas, pria beranak tiga ini juga punya segudang pengalaman dalam menjalankan roda bisnis. Pria berkacamata ini pernah membiakkan duit lewat bisnis Event Organizer (EO), Auto Bridal, Circle K dan properti.

Tapi, lantaran hasrat cuap-cuap sebagai mentor semakin kuat, Rully memutuskan menutup unit bisnis itu. “Bisnis EO dan Auto Bridal saya lepas, tapi bukan dalam keadaan bangkrut, lo” jelas pengusaha yang tergabung dalam Entrepreneur University ini.

Berkat penemuan metode kebun emas ini, kini Rully ini menjadi mitra BRI Syariah. Tugasnya adalah membimbing masyarakat menjadi petani emas.

Incoming search terms for the article: